WEBINAR BERTEMA :”SEJARAH,TRADISI  DAN PERKEMBANGAN  PERAYAAN TAHUN BARU IMLAEK”

Jakarta, Januari,  Perayaan Imlek  dirayakan hampir diseluruh dunia, Namun perayaannya  sebatas melakukan  ritual-ritual yang mungkin  tidak dimengerti orang-orang yang merayakannya. Dalam rangka menyambut  Tahun baru IMljk  2573  yang jatuh pada tanggal  1 Februari 2022 Lions Club Distrik 307- A1 dikutip dari rekaman dialog Nara sumber dengan moderator menyelenggarakan  bakti social dengan  memberikan bingkisan dan Angpau kepada masyarakat yang membutuhkan  di area Jakarta, Kegiatan akan dilaksanakan pada 22 Januari 202 yang baru lalu dengan sasaran 1523 warga kurang mampu di daerah Tangerang . Kegiatan akan dipusatkan pada 10 buah Wihara /Klenteng  yang ada disekitar Tangerang. Menyambut Tahun baru Imlek.

Ketua Komite Bakti Sosial Imlek Honggo Afandi menyatakan bahwa masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia banyak diberikan label sebagai orang kaya, padahal kenyataannya di lapangan, sama dengan suku-suku bangsa lainnya, memang ada yang kaya tapi banyak juga yang hidup berkekurangan. memang ada yang kaya tapi banyak juga yang hidup berkekurangan kata Honggo Afandi.Dalam sambutannya Yesica Budiman  Guberner dari perkumpulan  Lions Indonesia distrik 307-A1, mengatakan  Kita sering merayakan Imlek,tetapi tidak mengerti makna, tradisi , sejarah dan perkembangannya. Bakti Sosial Imlek tahun ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang berkekurangan , dengan harapan dapat memberikan semangat agar di tahun Macan Air ini  bisa menjadi tahun yang lebih baik bagi semuanya.

 

Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia mengatakan, bahwa kalender Imlek dibuat sekitar 2700 tahun Sebelum Masehi oleh Kaisar Kuning (Huang Di) yang mengirimkan beberapa prajuritnya ke bagian Utara, Timur, Barat, dan Selatan, dan meminta mereka untuk membuat laporan rinci mengenai posisi bulan dan matahari berdasarkan pengamatan mereka. Kaisar Kuning kemudian mengolah informasi tersebut untuk dijadikan sebuah kalender dengan tujuan untuk menjadi penanda kapan mulai menanam, karena pada saat itu Tiongkok sedang merubah cara hidup dari nomaden menjadi bercocok tanam. Hubungannya dengan cara memperingati tahun baru Imlek, Budi S Tanuwibowo ketua Majelis tinggi  Agama Konghucu Indonesia ini mengingatkan agar orang keturunan Tionghoa untuk mengingat kembali inti dari ajaran Konfusius, yaitu Keharmonisan yang diibaratkan sebagai sebuah aransemen musik.

 

Berbagai instrument alat musik memiliki bunyi yang berbeda, tapi ketika dirangkai bersama bisa berpadu menjadi musik yang indah. . Keharmonisan bisa tercipta manakala  semua orang menghargai dan mencintai sesamanya. Orang tua tidak takut ditelantarkan oleh yang muda, anak muda diajar dan dibimbing oleh orang tua tanpa disetir. Pasangan saling menghormati dan mengasihi. Ketika keharmonisan agung ini terjadi, dunia akan jauh lebih indah. Barang yang tertinggal tidak akan hilang. Dan kebersamaan ini bisa terjadi dengan membentuk sebuah budaya yang diajarkan dengan Pendidikan sejak dini, ujar  Budi Tanuwibowo.

“Sebagai moderator,kata Indra Hadiwidjaja, saya merasa sangat terhormat bisa berbincang langsung dengan pak Budi S Tanuwibowo yang mumpuni, memiiliki pengetahuan sangat luas mengenai sejarah kalender Imlek ini. Begitu banyak informasi yang bisa kita gali dalam acara ini, dan semoga rekaman webinar ini bisa menjadi sebuah catatan sejarah bagi generasi muda yang ingin mengetahui tentang asal muasal kalender Imlek”. Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 adalah bagian dari Lions Clubs International. Lions Clubs International adalah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Penggunaan dana yang terkumpul ini adalah untuk proyek kesehatan, proyek Pendidikan, proyek lingkungan hidup, bantuan bencana alam dan kegiatan sosial lainnya.  Di Indonesia kata Khong Meike Suhartono Ketua Panitia Webinar Sejarah, Tradisi, dan Perkembangan Perayaan Tahun Baru Imlek , ada lebih dari 11 ribu anggota Lions yang tinggal di berbagai daerah dan siap mengabdi untuk kemanusiaan ( Ring-o)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *